Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Kamu, Berbeda?

by - Thursday, May 17, 2018

1 Ramadan 1439 H


Untuk Asy-syifaa,


Punya teman dengan latar belakang yang sangat beragam jarang sekali kamu temukan, meski sesekali pernah tapi ‘kan nggak dalam jangka waktu yang panjang toh?

Dulu waktu SMA, bisa dibilang kamu dan teman-temanmu itu masih dalam golongan yang sama rata. Sekalinya ada yang beda, merasa ‘aneh’ karena mungkin kalian nggak terbiasa. Orang-orang yang melawan arus, kadangkala dianggap nggak normal karena mungkin kalian banyak menjalani kenormalan yang sudah bisa dan biasa dilakukan.

____
Tapi, jangan lupa bilang terima kasih ke Allah karena saat ini dirimu jadi bagian dari suatu kampus yang dipenuhi keanekaragaman hayati (manusia kan makhluk hidup, ya). Kamu bertemu banyak orang dengan suku, agama, ras, golongan, dan segala hal yang membedakan kalian. Malah mungkin kamu juga jadi orang yang berbeda—bagi mereka.

____
Perkenalkan! Adalah dia, satu dari sekian orang teman-teman baru semasa kuliah. Nggak istimewa banget sih. Tapi kuingatkan lagi ya, dia adalah satu-satunya orang (sejauh ini) yang membuatmu nyaman ngobrol ngalor-ngidul dari hal yang super receh sampai cukup berbobot sekalipun, meski kalian berbeda dari mulai dasarnya.

Seputar isu Lucinta Luna (penting, kita belajar soal cangkok organ reproduksi perempuan pada laki-laki, mungkinkah?), adat pernikahan orang Batak (yang katanya sangatlah ramai bagai tujuh hari tujuh malah dijabanin), kehidupan masing-masing keluarga (sebenarnya dia lebih talkative daripada dirimu lho), bahkan... yang agak serius dikit, terkait agama masing-masing.

Kamu gugup, tau gak?! Membicarakan itu tuh menurutmu terlalu sensitif. Takut salah ngomong. Takut salah nanya. Kamu kan bukan ukhti-ukhti yang agamis dan istriable, urusan agama saja masih perlu belajar banyak. 

Tapi nggak papa, kalian nggak saling memengaruhi atau membicarakan hal yang bukan ranahnya kalian. Kalian cuma saling berbagi cerita, terutama soal kebiasaan-kebiasaan yang dijalani dalam agama masing-masing. Kenapa cewek Muslim harus kerudungan? Gimana sih rasanya makan ibab? Kenapa cowok dan cewek dalam Islam katanya gak boleh pacaran? Lu pernah namatin baca Alkitab nggak?

Dan itu lebih dari cukup buatmu untuk sekadar tau, nggak untuk bertanya lebih jauh lagi, hanya sebagai wawasan biar kamu belajar lebih bertenggang rasa lagi. Nggak cuma ke dia seorang, tapi juga yang lainnya.

____
Situasi saat ini terlalu menggerahkan. Ada banyak kekhawatiran dan kegelisahan. Padahal yang manusia butuhkan cuma satu, berbuat baik untuk menggapai ridho-Nya.

Allah berfirman dalam QS. Al-Mumtahanah [60]: 8, yang artinya "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil"


You May Also Like

0 comment(s)

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa