Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Baca Buku Sekali, Beli Buku Sekali Lagi

by - Monday, May 28, 2018

Punya waktu yang amat sangat lengang membuatku punya keleluasaan untuk bisa melakukan hal-hal yang mungkin ketika di ultimate chaos time sulit untuk bisa dijalankan dengan penuh kesadaran dan penghayatan.

Masa-masa kuliah yang berlangsung sekitar lebih kurang 5 bulan menyita hobiku yang dulu bisa baca satu buku dalam sekali duduk (atau minimal seminggu bisa khatam satu buku bacaan fiksi). Tapi anehnya, menjelang ujian akhir semester, aku malah memberi penghargaan pada diri sendiri setiap selesai satu ujian, untuk diperbolehkan membaca buku meskipun hanya satu bab. Rasanya... seru, sekaligus diburu-buru karena pastinya harus belajar untuk ujian selanjutnya.

Dan sekarang, tiga bulan masa liburan yang masih terkatung-katung antara akan magang, kepanitiaan di kampus, dan yakin memilih untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan di rumah saja membuatku jadi punya waktu yang katakanlah banyak (karena nggak bisa dibilang tak terbatas, toh?) untuk kembali menjadi Acipa yang suka baca buku.

My reading ongoing saat ini adalah buku dari Tere Liye berjudul Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah, menceritakan kisah Borno si pengemudi sepit dan Mei si pujaan hati sendu menawan, ceritanya berlatar belakang Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat sana. Untuk cerita lengkapnya, silakan tanya Google, aku sudah jarang untuk meresensi buku lagi.

Aku... suka! Bukan saja karena penggemar Tere Liye (yang sampai saat ini berusaha menyicil beli satu per satu bukunya yang jumlahnya 30-an lebih itu, dan tanpa bajakan insyaAllah), tapi ceritanya memang seru. Ya memang sih kisah percintaan itu nggak akan ada matinya, meskipun norak, lebay, atau mungkin too good too be true, dan karena aku merasa ingin saja gitu. Iya.

Selama sekitar dua minggu sejak liburan, ada dua judul buku Tere Liye yang Alhamdulillah tamat dibaca setelah beberapa tahun ditumpuk dan terpajang manis di rak buku, Berjuta Rasanya dan Sepotong Hati yang Baru. Kumpulan cerita yang lagi-lagi soal kisah percintaan. Ya, memangnya kenapa?

Nggak cuma buku itu, sebenarnya aku juga lagi jalan baca buku Perjalanan Rasa dari Fahd Pahdepie dan Perjalanan Menuju Cahaya dari Primadita Rahma Ekida & Sisters. Karena bentuknya berupa kumpulan cerita (atau tulisan-tulisan yang disatukan, bukan novel utuh—meski dibagi bab per bab), kedua buku ini aku baca satu hari satu cerita. Apalagi buku pertamanya Kak Prima ini memang berisi tiga puluh cerita yang bisa menemani Ramadan. Tunggu saja buku ini aku ulas di blog ya!

Secepatnya, doakan aku semoga bisa menuntaskan buku bacaan itu. Kenapa? Selain biar bisa lebih banyak baca buku, artinya aku bisa lebih banyak membeli buku lagi :D


You May Also Like

0 comment(s)

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa