Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Kamu, Terinspirasi?

by - Sunday, May 20, 2018

4 Ramadan 1439 H


Dear Acipa,


Kamu masih ingat nggak kapan pertama kali kalian bertemu? Di suatu acara seminar motivasi Aku Masuk ITB 2015 kala itu. Anak SMA tanggung yang masih bergebu mendengar nasihat penuh kutipan penyemangat dari seseorang yang (katanya) berprestasi.

Kamu mengiyakan takzim saja. Mencatat satu per satu kalimat yang diucapkannya, modal dan bekal untuk menjalani kehidupan kampus kelak. Setahun setelahnya, tempat itu menyambutmu kembali, tidak untuk sekadar jadi peserta seminar motivasi lagi, tapi juga penghuninya selama empat tahun ke depan.

“Kalau temen-temen punya mimpi dan temen-temen yakin bisa mencapai itu, seluruh energi di alam semesta bakal dukung temen-temen, asal temen-temen kerja keras dan berdoa!”

Dia jadi salah satu orang yang berpengaruh besar dalam kehidupan kampusmu. Dia yang menjadi tolok ukur bagaimana seharusnya kamu bisa berkembang di kampus yang katanya menjadi tempat bertanya dan harus ada jawabnya ini. Dia adalah muse, role model, idola, dan kebanggaan seisi kampus. Lagipula siapapun pasti mengenalnya, kembang kampus yang menjadi pemimpin Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB di tahun 2013-2014, si cantik Putri Indonesia yang juga menjadi pemimpin yellboys di arak-arakan parade wisudanya kala itu. Ayo putar ulang video ini, HMM memang autokeren, tapi himpunanku tetap tangguh dan jaya!

Kamu memang tidak sangat mengenalnya, berbekal informasi dari Google dan caption-caption di instagram miliknya yang sering dirimu stalking untuk mencari rasa semangat anak SMA yang disuapi berbagai kutipan motivasi yang kadangkala timbul-tenggelam dalam dirimu.

Ternyata apa yang kamu lihat tidak selalu apa yang terjadi sebenarnya.

Keberanian dan ketangguhannya menjadi seorang pemimpin, tak lantas membuatnya angkuh dan arogan. Ia tetaplah wanita, seorang adik bungsu, yang begitu menyayangi keluarga. Satu kejadian yang menimpa kakak sulungnya, menjadi salah satu yang berbekas. Mohon maaf, tidak bermaksud membawa duka lama, tapi hal itulah yang membuatnya semakin tegar dan sabar menghadapi kehidupan yang jauh lebih keras. Lalu, bagaimana denganmu?

Pertemuan kalian di Aula Barat waktu itu, ternyata bukan yang pertama dan terakhir kalinya. Sabtu, 10 Februari 2018, kamu berkesempatan memperhatikannya dalam jarak yang sangat dekat. Kamu membayangkan bahwa suatu saat nanti, ia—yang meskipun bukan sebagai pembicara utama, dan hanya menjadi moderator acara Femme in STEM kemarin—akan mengabarkan sesuatu yang luar biasa. Ah, berharap kebaikan bagi seseorang itu sebegitu menyenangkannya, ya kan?

Alhamdulillah. Kabar bahwa dia mantap berhijab dan lolos kampus MIT, kamu ikut berbangga akan hal itu. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Terima kasih Kak Nyoman Anjani, untuk segala hal yang menginspirasi, semoga Allah ridho.


You May Also Like

0 comment(s)

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa