Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Kamu, Berpikir?

by - Saturday, May 19, 2018

3 Ramadan 1439 H


Dear Syifa,


Surat ini mungkin bersambungan dengan surat yang kutulis kemarin pagi. Mari kita melempar balik ke waktu-waktu ketika kamu menyadari mulai ada yang salah dengan dirimu.

You are what you think, mungkin kalimat tersebut mewakili apa yang kamu rasakan saat ini. Apa yang kamu alami sekarang bisa jadi buah dari hasil pemikiran kamu di waktu lalu. Percaya atau nggak.

Pikiran itu nggak tau datang dari mana, ia tiba-tiba saja sudah bersemayam di bagian lobus frontalis milikmu itu. Kekhawatiran tentang menghadapi masa depan yang akan datang bakal seperti apa, ketakutan tentang menjalani masa kini yang terus membuatmu lelah, dan kegalauan tentang melewati masa lalu yang sudah kamu lalui meski kuyakin ada saja kekecewaan dan penyesalan yang menyertainya. Iya kan?

Berpikir membuat kita hidup, sebab nyaris mustahil bagi orang mati untuk berpikir. Dan hidup membuat kita banyak berpikir. Nggak papa, jangan merasa sulit, semua orang sama berpikirnya. Jangan sekalipun memarahi pikiran-pikiran itu, meski seringkali mengganggumu, dari sejak kamu membuka mata di pagi hari dan berusaha menutupnya menjelang tengah malam.

Aku tidak memintamu menghilangkan pikiran-pikiran itu. Sebab kuyakin, pikiran negatif sekalipun membuatmu banyak belajar darinya. Kutekankan ya, tidak semua pikiran harus digugu dan ditiru (dia kan bukan seorang guru, he!). Biarkan saja ia datang silih berganti, tapi pintar-pintarlah untuk memilih dan membuat satu atau beberapa pikiran yang baik, yang memotivasimu, yang memberimu semangat, tetap berada dalam cerebrum itu. Biarkan impuls demi impuls menghantarkannya ke saraf seluruh tubuhmu, terutama ke hati dan jantungmu, agar pekerjaan sensoris dan motorisnya sama-sama menghasilkan efek yang baik, bagi fisikmu, psikismu, dan orang-orang juga.

Hmm, aku masih berpikir, sebenarnya yang merasakan perasaan itu hati, jantung, atau otak ya?

Aku tidak akan menuliskan lagi pikiran negatif apa saja yang sempat hinggap padamu. Pertama, yang ada dirimu malah mengingatnya lagi dan membuat pikiran negatif itu seakan bangun dari tidur panjangnya dan menghantui dirimu. Nggak mau kan? Kedua, orang-orang yang membaca ini sudah dipastikan nggak sanggup mengetahui semuanya, sebab hal ini terlalu bahaya. Jadi, sudah ya, nggak usah membangkitkan hal itu lagi.

Akui saja bahwa ada banyak sekali pikiran tak baik yang kamu pikirkan, dan itu yang membentuk dirimu di hari ini. Tapi sungguh aku tahu, kamu sedang berjuang untuk menyembuhkan diri, melalui proses dari rasa sakit ini, menghalau semua energi buruk, dan meski dipaksakan menciptakan sendiri lingkungan yang baik-baik itu.

Kamu dan pikiranmu sendiri yang harus berjuang, sebab orang lain juga sama berjuangnya dengan pikiran mereka.


You May Also Like

0 comment(s)

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa