Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Mendengar Untuk Didengar

by - Thursday, May 24, 2018

Dulu, aku pernah bikin tulisan dalam rangka projek menulis surat cinta, salah duanya aku tujukan buat dua orang terkasih, Mamah dan Abah. Pas aku baca lagi, ternyata lucu (+weirdo) banget, soalnya aneh. Tulisanku sekarang juga belum lebih baik sih, tapi lumayan agak mendingan lah, hmm. Aku sih berharapnya mereka nggak baca, eh tapi Mamah akhirnya nemu juga, meski kemudian nggak diungkit-ungkit lagi, hehe.

Surat itu sama kayak sesuatu yang aku sukai dari mereka berdua ini. Mamah dan Abah adalah pendengar nomor wahid yang senantiasa nrimo mendengarkan cerita-ceritaku, bahkan sesepele hari ini ngapain aja, ada kuliah apa, hari Minggu keluar kosan kah, atau apapun. Nggak ada bosen-bosennya, yang ada malah aku yang bosen terus, soalnya menurutku itu tuh “pertanyaan template” dan aku akan jawabnya “nya kitu weh” (ya gitu deh!).

Tapi kemudian, dari “pertanyaan template” itu lama-kelamaan dengan sendirinya cerita mengalir dariku. Sesimpel hari itu masuk kelas tapi ada yang dihukum karena telat. Mamahku mungkin nggak kenal siapa teman yang kusebut namanya, tapi dia tetap sabar aja dengernya. Abahku mungkin nggak akan hafal mati jadwal matkulku di hari Jumat (yang padahal cuma praktikum aja), tapi dia bakal tetap ngegali cerita di hari itu meskipun gak menarik sama sekali.

Mereka mendengar, benar-benar hanya untuk mendengar. Kecuali pas nanya IPK sih, errrgh.

Meskipun hal itu jadi yang kusukai, kadang ada beberapa hal yang memang sengaja nggak aku ceritakan ke mereka. Hal-hal yang kutakutkan mereka nggak mau lagi dengar cerita-ceritaku. Hal-hal yang kutakutkan mereka nggak lagi jadi pendengar setia yang baik. Dan akhirnya, mengubah keduanya jadi seseorang yang mendengar untuk membalas dengan sesuatu yang ideal, benar, dan harusnya seperti apa.

Aku lebih dari cukup untuk senang bagaimana kedua orangtuaku menjadi seorang pendengar yang baik. Tapi aku akan lebih senang kalau aku juga bisa seperti mereka, belajar mendengar untuk didengar. Buat mereka, buat adikku, buat orang-orang di sekitarku.

Sama seperti tulisan-tulisanku ini, yang aku sadari sendiri bahwa terlalu banyak cerita disana-sini. Memang! Sebab aku menulis untuk bercerita, barangkali ada yang mau membaca. Dan dari tulisanku ini, ada seseorang yang mau berbagi ceritanya denganku juga.

Didengarkan itu menyenangkan, tapi mendengarkan itu lebih dari sangat menyenangkan! Dan dibaca cerita juga menenangkan, tapi ada seseorang yang mau berbagi ceritanya akan sangat-sangat memberi kepuasan hati, bahwa setidaknya ada orang yang percaya bahwa kita bisa dipercaya. Itu cara sayang yang paling menyenangkan :)


You May Also Like

0 comment(s)

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa