Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Sakit Pas Ramadan Itu Berat, Kamu Gak Akan Kuat

by - Monday, May 21, 2018

Selama kamu hidup, pernah merasa punya Ramadan terbaik? Aku bisa dibilang belum sepenuhnya, tapi bolehlah menyatakan bahwa Ramadan 1438 H alias di tahun 2017 adalah Ramadan yang beda dari yang sebelumnya.

Ramadan tahun lalu adalah bulan puasa pertamaku jauh dari orang rumah. Nggak secara harfiah sebulan full ngejalanin jadi anak rantau sih, soalnya pas munggahan dan lebaran tentu saja aku “mudik” ke rumah orangtua, hehe.

Tahun itu aku lebih banyak menjalani ibadah puasa sebagai anak kos yang mandiri, katanya. Berhubung ada kegiatan kampus dan aku mulai mencoba merintis karier (ceilah, istilahnya) jadi reporter magang di belia Pikiran Rakyat.

Rasanya nano-nano sih, di satu sisi kadang seneng karena bisa bebas nentuin makanan pas iftar dan sahur (yang kadang di rumah aku mencoba menghindari gorengan, susaaaaah banget!). Apalagi kalau kebetulan ada kegiatan bukber, ndak perlu repot-repot minta Mamah atau adik aku buat antar-jemput, berhubung acipa nih nggak bisa ngendarain motor ya xP

Tapi kadang sedih juga, apalagi kalau ternyata kegiatan kampus bisa sampai sore menjelang maghrib, Masjid Salman-lah tempatku kembali. Iya, jadi hampir kebanyakan masjid-masjid di Kota Bandung itu menyediakan makanan berbuka gratis untuk jamaahnya. Kalaupun ndak kebagian makanan berbuka, kurma tiga biji dan seteguk air aja bisa sangat nikmat banget. Maklum ya anak kos, hihi. Nah, belum lagi masalah bangun sahur dan persiapan makanannya. Tapi seingatku, aku nggak pernah sampai ngelewatin sahur sih, paling nyaris imsak aja dan bermodal energen. Toh mengakhirkan sahur itu, bagus juga kan? Ngeles!

____
Ramadan 2014 bisa dikatakan aku sendiri nggak ngerasain kehadiran bulan puasa yang sesungguhnya. Sesedih itu lho. Alasannya, di minggu pertama aku berhalangan. Dan hampir tiga minggu setelahnya aku terserang sakit tifus. Dan parahnya nggak kebagian ikut shalat Idul Fitri karena berhalangan (lagi!). Siklusku waktu itu memang lagi berantakan banget :(

Selain harus puasa qodho, sakit pas bulan puasa itu nggak ada bahagianya sama sekali (yaiyalah mbaknya). Lupakan kamu bisa makan di tengah hari ketika orang-orang di sekitarmu menahan lapar dan dahaga sampai waktu berbuka. Nggak ada enak-enaknya, malah enek. Papila lidah bersikukuh merasakan semua makanan itu pahit. Apalagi ditambah obat yang harus diminum teratur dan suntikan infus yang kadang-kadang nakal karena malah nggak isotonis sama aliran darah. Tapi satu yang cukup menguntungkan, aku yang asalnya nggak bisa minum obat jadi terlatih berkat rangkaian TUJUH obat-obatan sekaligus. Bagus kan?

Dan Ramadan ini, meski aku juga lagi sakit, meyakinkan diri saja bisa jadi penggugur dosa, insyaAllah. Tapi, lebih baik jangan sakit sih, berat, kamu gak akan kuat.


You May Also Like

0 comment(s)

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa