Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Kangen SMA

by - Sunday, November 12, 2017

"Kangen masa-masa SMA deh!"

Siapa yang setuju dengan kalimat itu? Kebanyakan orang mungkin masih merasa bahwa masa-masa SMA itu nggak bisa terlupakan dan tergantikan oleh apapun. Tapi kebayang nggak sih, kalau kalimat itu malah sering banget diucapkan sampai ngerasa muak sendiri dengerinnya? Yang ada, bukan mengenang dengan indah, tapi malah jadi bosan mendengar kata itu berulang-ulang seolah hidup hanyalah saat sekolah aja. Duuh!

Well, aku bukan termasuk tipe orang yang terlalu mudah dan sering mengingat-ingat masa silam. Buatku, kalau lagi nggak ada momen yang bikin terharu, masa lalu hanyalah fase yang memang harus dilalui sebagaimana mestinya. Masa lalu jugalah yang akhirnya ngebentuk diri kita saat ini, dan itu cukup untuk dijadikan pelajaran aja, nggak perlu diulang lagi untuk kedua kalinya.

Sumber: pexels

Tapi, gimana jadinya ya kalau masih ada orang yang keukeuh ngotot terlalu mencintai masa seragaman putih abu? Kadang aku sendiri ngerasa 'kasihan', karena mungkin dia belum bisa move on dan terlalu jatuh cinta dengan kenangan waktu sekolah dulu. Ya mau gimana lagi?

│Everything changes.

Waktu berubah. Orang-orang berubah. And it's okay! Seperti kata Heraclitus, perubahan adalah satu-satunya yang tetap, sesuatu yang nggak bisa dihindari1. Kita nggak bisa nolak perubahan, sekuat apapun kita ngelawannya, segala hal nggak akan bisa diam di satu posisi selamanya. Apalagi kalau ngomongin tentang fase kehidupan, manusia tumbuh dan berkembang, dari waktu masih bayi merah, anak-anak, remaja, dewasa, sampai lansia. Kita cuma butuh mengerti! Understand that it's okay when eveything has changed. Sesederhana itu. Masa' sih yang bertambah hanya soal umur dan fisik aja, kedewasaan pun harusnya mengiringi juga kan?

│Celebrate the differences.

Pasti pernah, saat kamu ngerencanain buat bikin ajang kumpul teman-teman SMA, tapi berakhir cuma jadi wacana belaka karena nggak mencapai titik temu saat orang-orang cuma bilang "terserah", "gue ngikut aja", "ayo aja deh", dan sebagainya. Ok, nggak harus kesal, nggak papa, siapa tau kita juga ikut bersumbangsih terhadap keterwacanaan itu karena sama-sama nggak punya waktu luang yang tepat. Dan hal ini, nggak bisa dipaksakan kok.

Semua orang punya pilihan atas kehidupan mereka, beda jurusan, beda kampus, beda kota, bahkan mungkin beda negara akan ngasih perasaan yang berbeda, nggak akan sama lagi waktu sekelas di SMA dulu. Bahkan bisa aja nih, yang satu jurusan, tetap nggak begitu sering ketemu karena kegiatan di kampusnya juga berlainan.

Opposites can make the best combinations, but the differences can also wedge a divide in your deep bond2. So, kenapa harus marah dengan perbedaan kalau dengan menerima secara lapang dada, kita jadi lebih lega? Siapa tau, pas ada waktu yang cocok atau malah nggak sengaja ketemu, bakal terasa surprise dan making a great quality time banget, iya nggak?

│Looking for new friend(s).

Hal yang satu ini mungkin gak bisa langsung diterima dengan mudah oleh banyak orang. Kenapa? Karena mencari teman baru, bukan jadi alasan untuk melupakan teman lama atau sekadar pelarian. Punya teman baru, nggak berarti untuk dijadiin pamer lho, seolah-olah kita "ngebuang" teman lama dan bikin salah paham ke teman baru3. Nggak enak banget rasanya, yang ada jadi sama-sama tersakiti, terlebih diri sendiri.

Kehadiran orang-orang baru dalam hidup kita, sama halnya kayak fase kehidupan yang udah aku bilang sebelumnya, datang silih berganti, pun dengan perginya. Kita nggak bisa menerima sampai menahannya untuk nggak beranjak atau menolak sampai mengenyahkannya, ekstrem banget!

Oh iya, membanding-bandingkan siapa yang terbaik antara teman lama dengan teman baru itu nggak baik juga sih, memangnya kita sudah jadi teman se-super-baik apa sampai berani melakukan hal demikian? Lagian, aku yakin nggak ada yang tahan dengan kepribadian #AntiSocialSocialClub, mati aja perlu ada orang lain juga kan? Hehe ✌


Last but not least, nggak ada yang salah dengan merindukan masa lama atau membanggakan masa baru. Asal tepat kadarnya, nggak kelebihan, sah-sah saja kok. Bapak Toksikologi bilang, segala sesuatu itu beracun, yang menentukan adalah kadarnya (dosis sola facit venenum)4. Jadi, yang diperbanyak itu teman, bukan micin karena dapat menyebabkan racun.

a weirdo closing,

Acipa

You May Also Like

8 comment(s)

  1. Replies
    1. Kamu nanti pas udah kuliah jangan sering-sering kangen SMA, biar sekalinya kangen bisa menggebu, gak bosen wkwk :D

      Delete
  2. Masa remaja selalu bikin kangen yaaaah. Aku yg masih rutin reunian ya ma temen2 SMA, lainnya ngga ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena kayaknya teman-teman SMA tuh udah lebih klop dan masa remajanya lebih bergejolak :D

      Delete
  3. Mbak fotonya kece banget sih merindulah seperlunya mbak, bukan hak kita membanding-bandingkan mbak setiap kepribadian itu unik dan menghargai perbedaan adalah sesuatu yang kece untuk saat ini mbak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, dapat dari stock photo kok, bukan foto sendiri :D

      Setuju! Kalau nge-compare-in terus, yang ada malah selalu ngerasa kurang dan nggak enjoy ngejalaninnya :D

      Delete
  4. ih tulisannya kerennya banget,, foto pas akhir juga keren. Itu foto bareng geng SMA yah? hehehe kepo.com
    Kalo saya sendiri, masa sekolah itu smuanya berkesan. Mau masa SD, SMP, SMA sampe Masa Kuliah. Smuanya punya cerita dan cita rasa masing-masing,, dan kenangan masa sekolah itu smuanya menyenangkan kalo diingat tp bukan berarti sy gak bs move on..saya juga sangat menikmati masa sekarang tp tetap menghargai smua kenangan masa lalu hehehe salam kenal mbak Acipa.. sy suka sama kalimat-kalimat dalam tulisanmu heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih Mbak Qalbi ^^

      Iya, zaman sekolah emang ngasih perasaan tersendiri :D

      btw, itu foto sama kakak tingkat di jurusan sih, satu departemen di himpunan, hehe :D

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa